
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk…
1. Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
2. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam
3. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
4. Yang menguasai hari pembalasan
5. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan
6. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus
7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat..
Subhanallah, Al-Qur’an dibuka dengan surat yang begitu indah. Al-Fatihah, meyiratkan penyerahan diri secara keseluruhan kepada Allah swt. Dimulai dengan memuji Allah dan mengakui-Nya sebagai Tuhan Semesta Alam, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang menguasai hari pembalasan, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan diri, bahwa hanya Allah-lah yang kita sembah dan hanya kepada Allah-lah kita memohon pertolongan, dan diakhiri dengan memohon hidayah-Nya supaya ridho menunjukkan kepada kita jalan yang lurus.
Setiap shalat, kita membuka setiap rakaat dengan Al-Fatihah; kita mengakui Allah sebagai Tuhan kita dan kita berserah diri secara keseluruhan kepada-Nya. Lima waktu dalam sehari kita nyatakan bahwa hanya Dia yang kita sembah, bahwa shalat yang kita lakukan, zakat yang kita bayarkan, lapar yang kita jalani dengan puasa, dan haji yang kita tunaikan, hanyalah untuk-Nya. 17 rakaat dalam sehari kita berjanji bahwa kita tidak akan meminta bantuan siapapun kecuali Allah swt, dan kita memohon untuk bimbingan-Nya kepada jalan yang diridhoi-Nya.Sudah semestinya apa yang kita nyatakan, apa yang kita janjikan dalam shalat, kita bawa ke luar shalat.
Mengapa kita masih sering putus asa, stress, padahal kita sudah menyerahkan diri kita kepada Sang Maha Penjaga, Sang Maha Pemelihara, yang tidak pernah tidur ataupun lalai. Mengapa kita masih sering menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain dan berharap kepada selain Allah, ketika kita berjanji bahwa hanya Allah-lah yang kita sembah, dan hanya Allah-lah yang kita datangi untuk memohon pertolongan. Mengapa kita sering berpaling dari jalan Allah, sementara kita selalu memohon agar Allah menunjukkan jalan yang lurus untuk kita. Tidak-kah kita termasuk ke dalam golongan orang yang mengingkari perkataannya sendiri? Tidak-kah kita termasuk ke dalam golongan pendusta yang melanggar janjinya sendiri? Astaghfirullah…
Al-Fatihah, walaupun bukan surat pertama yang diturunkan Allah, namun merupakan Ummul Kitab, pembuka dari 114 surat dalam Al-Qur’an. Isinya yang merupakan pengakuan manusia akan ke-Tuhan-an Allah, dan penghambaan manusia kepada-Nya, adalah sesuatu yang sangat indah. Penyerahan diri seorang hamba seperti yang disuratkan dalam Al-Fatihah hanya bisa dilakukan orang-orang yang ikhlas, yang dalam hatinya menyadari sepenuhnya bahwa keberadaannya di dunia adalah karena Allah semata, dan hanya Allah yang patut disembah.Alangkah indahnya jika kita bisa menerapkan Al-Fatihah ke dalam kehidupan kita, bukan hanya sekedar pelafalan di setiap rakaat shalat kita dan tadarus kita. Alangkah nikmatnya jika kita secara ikhlas menyerahkan diri kita seluruhnya, hidup kita sepenuhnya hanya kepada Allah swt, sang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Tuhan Semesta Alam, Yang menguasai hari pembalasan.
Maha Benar Allah, dengan segala firman-Nya

No comments:
Post a Comment